foto

hukum shalat berjamaah musik haramkah hukum cadar ahlussunnah wal jamaah ahlussunnah wal jamaah ahlussunnah wal jamaah ahlussunnah wal jamaah ahlussunnah wal jamaah ahlussunnah wal jamaah ahlussunnah wal jamaah

Sabtu, 12 November 2011

the next generation from our struggle...

KPP Tarsius, adalah sebuah organisasi kampus yang bergerak di bidang konservasi. hingga detik ini masih mengharapakan adanya mahasiswa yang peduli terhadap lingkungan dan mau meneruskan perjuangan KPP Tarsius untuk berkiprah di dunia konservasi. untuk segala rintangan yang telah menjadikan KPP Tarsius sebagai organisasai yang kokoh. kini saatnya KPP Tarsius memiliki anggota baru yang Insya Allah akan meneruskan karya KPP Tasrsius di dunia konservasi dengan bermodalkan tiga tekat : LOYALITAS, KOMITMEN, DAN TANGGUNG JAWAB,,,amiin

Pengamatan Macaca sp. di TMS Muara Angke

pada tanggal 22-23 oktober 2010, Tarsius muda alias TAMU telah menjalankan salah satu tahapan dari rekrutmen yaitu pelatihan pengamatan primata di Suaka Marga Satwa Muara Angke. semoga dengan pelatihan ini TAMU bisa lebih memahami tentang konsep pengamatan primata dan mudah-mudahan bisa mengaplikasikannya ketika pengamatan di Kawasan Hutan Konservasi Tapos. semoga KPP Tarsius merupakan pillihan para mahasiswa yang ingin maju bersama kami tanpa adanya rasa ragu untuk berkiprah di dunia konservasi.

tetap semangat yua para TAMU, jangan pernah Lupa dengan "LOYALITAS, KOMITMEN, DAN TANGGUNG JAWAB" 

Senin, 07 November 2011

Hari Satwa, 15 Oktober 2011


KPP Tarsius mengadakan aksi lagi lohh...aksi ini terkait dengan kepedulian kita manusia terhadap satwa-satwa.
Aksi ini dilaksanakann pada tanggal 15 Oktober 2011 yang merupakan hari Hak Asasi Satwa Nasional.
Bertempat di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, tau kan tempatnya di kolong jembatan itu loooohh dsamping Caref*ur. 

Selain aksi kita juga membagi-bagikan stiker loohh ...
Pembagian Stiker oleh Anggota KPP Tarsius
Stiker ini berisi slogan tentang "Five of Freedom" dari satwa liar, diantaranya : 
1. Bebas dari Rasa Lapar dan Haus
2. Bebas dari rasa tidak nyaman
3. Bebas dari rasa sakit luka dan Penyakit
4. Bebas mengeskpresikan perilaku normal
5. Bebas dari rasa strees dan tertekan

Foto-foto Selama Aksi 






Keren kan aksi kitaaa .. 
Ingin tahu aktivitas-ativitas kita yang laiinnya ??

Selasa, 20 September 2011

Kukang (Suku : Lorisidae)


Kukang
Kukang, merupakan primata prosimian, yang didalamnyaa masuk subsuku Prosimii, yang artinya primata primitif, bila dibandingkan dengan jenis pritmata lain.Sebab ciri-ciri anatominya, ditemukan pada satwa menyusui, akan tetapi dimiliki oleh jenis primata. MIsal adanya tapetum, yaitu lapisan retina mata yang merupakan lapisan yang bergerak reflek bila terkena sinar, dan merupakan ciri khas satwa yang aktif pada malam hari. Ciri ini ditemui pada kucing dan anjing atau satwa mamlia yang aktif pada malam hari lainnya.

Sedangkan antomi reproduksi prosimian mendekati primata lainnya. Seperti memiliki permukaan uterus (bicornuate) dan plasenta. Beberapa jenis prosimian memiliki 4 puting susu, walaupun hanya memiliki satu ekor anak saat melahirkan. Masa siklus birahi 37 - 54 hari. Masa bunting lebih kurang 190 - 195 hari, tergantung dari jenisnya. Anak lahir hanya satu ekor, dan diasuh selama 6 - 9 bulan. Lama hidup dalam penangkaran dapat mencapai 12 - 14 rahun.

Lorisidae, khususnya keluarga kukang atau sering disebut malu-malu, terdiri dari 8 marga (Genus) dan terbagi menjadi 14 jenis. Penyebarannya cukup luas mulai dari afrika, india, srilanka, asia selatan, asia timur dan tenggara. Dari 8 marga yang ada, di Indonesia hanya ditemui 1 marga yaitu Nycticebus. Marga ini terdiri dari 4 jenis, diantaranya :
  1. Nycticebus caucang yang tersebar di semenanjung malaya, sumatera dan kalimatan serta di kepulauan sekitarnya.
  2. Nycticebus pygmaeus tersebar di Indocina, Laos dan kamboja
  3. Nycticebus bengalensis, tersebar di India hingga Thailand
  4. Nycticebus javanicus, hanya tersebar di Jawa.

Tarsius


Tarsius
Anda tau Tarsius? Yup, benar sekali. Tarsius adalah salah satu satwa dari ordo Primata yang terkecil. Ukurannya kira-kira hanya sebesar ibu jari orang dewasa (subhanallah, imutnya monyet ini J). Tarsius termasuk hewan nokturnal lho (aktif di malam hari) makanya ia memiliki mata yang sangat besar untuk membantu aktifitasnya di tengah kegelapan malam. Tubuh mereka ditutupi oleh rambut yang halus dan mirip beludru, biasanya berwarna cokelat abu-abu, coklat muda atau kuning - jingga muda. Mereka memiliki ukuran kaki (tulang tarsus) yang panjang, karena itulah ia diberi nama Tarsius. Jari-jari mereka juga panjang dan memiliki kuku disetiap ujung jarinya, kecuali pada jari kedua dan ketiga pada kaki belakangnya (terdapat cakar) berfungsi untuk merawat tubuhnya. Tarsius termasuk hewan insektivora, yaitu pemakan serangga. Ia menangkap serangga dengan melompat pada serangga tersebut (sangat terbantu dengan bentuk kakinya yang panjang).
Tarsius bancanus


Tarsius bancanus
Merupakan satwa identitas Provinsi Bangka Belitung. Tersebar di Borneo, Sumatera, Bangka Belitung dan Karimata








Tarsius dentatus
 Tarsius dentatus
merupakan satwa endemik di Pulau Sulawesi








Tarsius lariang





Tarsius lariang
Endemik Pulau Sulawesi, ditemukan di sekitar Sungai Lariang sehingga diberi nama Tarsius lariang




Tarsius pelengensis


 
Tarsius pelengensis merupakan satwa yang endemik di Pulau Peleng, Indonesia.











Tarsius sangirensis


Tarsius sangirensis endemik di Pulau Sangihe










Tarsius syrichta
Tarsius syrichta tersebar di Kepulauan Philiphina

Tarsius tarsier


Tarsius tarsier dapat ditemukan di Kepulauan Asia Tenggara










Tarsius tumpura




Tarsius tumpura terdapat di Kepulauan Siau








Tarsius wallacei



Tarsius wallacei dapat ditemukan di pulau Sulawesi

Symphalangus syndactylus


Siamang, yang dalam bahasa Inggris juga disebut Siamang, dalam bahasa latin dinamai Symphalangus syndactylus (Raffles, 1821). Kera hitam berlengan panjang ini mempunyai beberapa nama sinonim seperti Hylobates syndactylus (Raffles, 1821), Symphalangus continentis (Thomas, 1908), Symphalangus gibbon (C. Miller, 1779), Symphalangus subfossilis (Hooijer, 1960), dan Symphalangus volzi (Pohl, 1911).
Ciri utama siamang (Symphalangus syndactylus) adalah postur tubuhnya yang kurang tegak dengan lengan yang panjang dan postur tubuh yang kurang tegak. Selain itu, siamang memiliki sebuah kantung di tenggorokan yang akan membesar ketika kera hitam ini mengeluarkan suara.
Primata ini tidak memiliki ekor. Tubuh siamang ditumbuhi bulu berwarna hitam agak kecoklatan kecuali pada bagian muka jari, telapak tangan, ketiak, dan telapak kaki.
siamang sedang bersuara

siamang sedang beristirahat


Red List Category & Kriteria:
Endangered A2cd   ver 3.1
Tahun Dinilai:
2008
Penilai / s
Nijman, V. & Geissman, T.
Reviewer / s:
Mittermeier, RA & Rylands, AB (Otorita Daftar Primata Red)
Justifikasi:
Terdaftar sebagai terancam punah seperti, ada alasan untuk percaya bahwa spesies telah menurun sebesar 50% selama 40 tahun terakhir (tiga generasi) terutama disebabkan perburuan untuk perdagangan hewan peliharaan dan tingkat lanjutan dari hilangnya habitat (terutama sebagai akibat perluasan pertanian dan pembangunan jalan).
 Meskipun ada kemungkinan telah kehilangan habitat 70-80% dari habitat utama dalam 50 tahun terakhir dalam kisaran spesies, spesies ini merupakan salah satu owa paling mudah beradaptasi dengan perubahan habitat. Meskipun spesies terdapat di kawasan lindung banyak dan mempertahankan sejumlah populasi yang layak, bisa di masa depan dianggap terancam punah karena kehilangan habitat bersejarah, dan harus dimonitor di masa depan.
Sejarah:
2000
-
Risiko Rendah / hampir terancam
1996
-
Risiko Rendah / hampir terancam
1996
-
Risiko Rendah / hampir terancam

Trachypithecus auratus


LUTUNG JAWA (Trachypithecus auratus)


Lutung jawa, dalam bahasa latin disebut Trachypithecus auratus merupakan salah satu jenis lutung asli (endemik) Indonesia. Lutung jawa atau lutung budeng terdiri atas dua subspesies yaitu Trachypithecus auratus auratus dan Trachypithecus auratus mauritius. Lutung jawa hidup secara berkelompok. Tiap kelompok terdiri sekitar 7 – 20 ekor lutung dengan seekor jantan sebagai pemimpin kelompok dan beberapa lutung betina dewasa. Lutung betina hanya melahirkan satu anak dalam setiap masa kehamilan. Lutung jawa (lutung betung) merupakan satwa diurnal yang lebih banyak aktif di siang hari terutama di atas pohon. Makanan kegemaran satwa ini antara lain dedaunan, beberapa jenis buah-buahan dan bunga sehingga ia hanya sedikit membutuhkan air. Terkadang binatang ini juga memakan serangga dan kulit kayu. Populasi lutung jawa pada 2008 dikategorikan oleh IUCN Redlist dalam status konservasi Terancam (Vulnerable). CITES juga memasukkan spesies ini dalam Apendiks II. Ancaman utama terhadap lutung jawa disebabkan oleh berkurangnya habitat sebagai dampak deforestasi hutan dan perburuan yang dilakukan manusia. Mari lestarikan satwa endemik Indonesia!!!
Trachypithecus auratus mauritius
Trachypithecus auratus auratus













 Klasifikasi Lutung Jawa

Kingdom     : Animalia
Filum        : Chordata
Kelas        : Mammalia
Ordo        : Primates
Famili       : Cercopithecidae
Genus       : Trachypithecus
Spesies     : T. auratus
(É. Geoffroy, 1812)